This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 23 November 2013

AKHIR TANPA PENGHABISAN

Inilah akhirnya…
Aku mengakhiri jejak yg baru kutapaki
Bukan salahmu…
Ini semua hanya karena aku…
Yang tak mampu menyemai benih rindu di ladangmu
Apa dayaku jika cintaku tak lagi hadir untukmu

Sia-sia kucoba membangun fondasi cinta ini
Sementara di atas segalanya,
Aku terus mengasah kesedihan penantian yang kuiba
Tak mau lepas hingga menafikan adamu

Maafkan untuk satu pilihan yg pahit ini
Tapi setidaknya,
 lebih baik semua terbuka sedari awal
Sebelum kebohongan terkuak di penghabisan
Aku memilih pergi karena tak mau menyakitimu
Aku memilih mencintai satu nama meski hanya semu


Aku Menginginkanmu

semoga perih ini akan terobati
semoga galau ini cepat usai
karena kau sakiti aku
karena kau lupakan aku

andai saja masih denganku
dan..
andai saja dulu kau jujur
aku akan mengerti semua itu
tapi, apalah daya..
kini sudah terlanjur

sapa ku takkan terucap
rasa ku takkan terungkap
dan tanyaku takkan terjawab

masihkah ada bayangmu
masihkah ada kenanganmu
andai saja waktu berputar kembali
kan ku ucap..
aku masih menginginkanmu
dan kiriman kedua dari saudari nisa khoirunisa

Inginku Milikku Dirimu

Terlalu lama ku pendam
Semua rasa ini padamu
Kini ku sudah tak tahan
Ku ingin kau tau semua..


Aku lebih dulu mencintaimu
Aku lebih dulu mengenalmu
Bukannya dia..


Cinta itu harus diungkapkan
Cinta itu harus memiliki
Tak kan kulepaskan dirimu
Memang tinggi egoku


Namun.. ingin ku miliki dirimu..
Demi cinta yang t`lah lama ku pendam
Demi mengganti semua pengorbanan


Yang t'lah ku lakukan untukmu
Kau harus jadi milikku..

DI UJUNG KATA-KATA

Lengkaplah sudah sepi ini mengurung sendiriku
Terkulai dikunyah nelangsa yang berapi-api
Menyusuri jalanan lengang
Bersimbah angan tanpa tujuan

Dalam derap gerimis yang pongah menghujam
Terbuai wajahmu menyusup bertubi-tubi
Membawa sebaris kata bahagia yg menenggelamkan nurani
Di atas pengharapan tak berkesudahan

Tentang rindu kusam
Tentang cinta terbuang
Mengutip satu namamu di antara keluh kesah
Gundah gelisah, air mata, dan lara

Masihkah ada sedikit senyum darimu
Di batas penantianku yang kini makin terbata
Jika masih ada ruang di hatimu
Untukku, sedikit saja, tolong bicaralah
Pada tanah membentang
Pada pohon-pohon rindang
Dan angin yang mengusik keangkuhan

Setidaknya biar ada tanda yg bisa kubaca dan kuraba
Janganlah sepi yang hadir
Janganlah semu yang membeku
Karena aku selalu berjalan menujumu

DI MANA ALAMAT RUMAH HATIMU?

Ke mana hujan pergi hari ini?
Sejenak menggoda bumi pada siang yang gerah
Lalu hilang saat malam tengadah

Ke mana aku harus pergi
Saat kusadar tak ada lagi yang aku bela dari perjalanan ini
Selain menapaki jejak lemah menuju rumah hatimu
Tak hilang dilalap lelah
Tak jera diremas gelisah

Sekali aku coba lari dan mengingkari
Seribu kali aku kembali lagi, padamu…
Mengumpulkan semua rindu
dan cinta untuk bangkit lagi
Dalam barisan doa-doa
Lalu rebah pasrah menunggu hadirmu
Tanpa ragu dan tanya lagi
Di mana kau alamatkan rumah hatimu?
Agar aku tak salah berlari

SEPERTI BINTANG

Layaknya bintang
dan bulan yang menerangi malam
Seperti itulah engkau oh pujaanku
Tak ada hentinya

ku menyanjungmu dengan kata-kata

Sungguh kaulah yang kudamba

Takkan pernah habis kata-kata untukmu
Semua yang aku katakan itu tulus dari hati
Bukan hanya sekedar gombalan belaka
Ataupun hanya rayuan semata
.


Kau itu seperti bintang
Bahkan lebih dari bintang
Karena sinar wajahmu

yang begitu terang
Membuatku semakin menggilaimu


Walau terbuang percuma waktu demi kamu
Aku rela melakukan itu
Agar kau bisa menjadi milikku
Di sepanjang hidupku

BUNGA

Aku untukmu dan kau untukku

Tak terasa kita telah bersama
Kebahagiaan dan kesedihan
selalu kita lalui berdua
Aku untukmu dan kau untukku

Hukum itu selalu
kita pegang erat-erat
Setiap hembusan nafas
selalu menyebutmu

Setiap aliran darah
selalu berkata namamu
Siang malam
aku selalu membayangkanmu

Tak terasa kita telah bersatu
Semoga tuhan terus memberkati
Hubungan jujur tak kan pernah mati
Aku berjanji untuk setia
Aku yakin kaupun setia

Rabu, 06 November 2013

Puisi Romantis

Takdir Kita

Aku mencintaimu
Bukan karena engkau seorang bidadari
Aku menyayangimu
Bukan karena engkau seorang ratu
Aku mencintaimu
Karena takdir yang menuntunku
Cinta ini bukan dari mata
tetapi surga yang telah menentukannya


Hakekat Cinta

Cinta terus berlari
Cinta terus dikejar
Cinta tak berhenti
Cinta melihat kedepan
Cinta tak menengok kebelakang
Cinta berjalan lurus
Cinta tak mengambil jalan belok
Cinta tak pernah lelah mengambil jalan
Sebab cinta melahirkan kekuatan


Ingin Bersamamu
 
Aku tak pernah ingin melupakan dirimu
Apalagi membencimu
Sekian masa sekian cerita tlah kita lewati
Suka dan duka bersama
Sungguh berat untuk kulupakan
Sangat tak mungkin untuk kubenci
Karena kau sangat berkesan
Karena kau sangat mendalam
Percayalah kekasihku
Hanya satu kau kasihku
Dan hanya satu inginku
Hidup bersama denganmu selamanya


Aku Adalah Puisi

Biduk di langit masih kering tertawa
Melihat aku yang tetap bercumbu denga khayal
Menari kata dalam balutan puisi
Membingkaikan rasa dalam bait
Puisi adalah aku
Aku bercinta dengan kata
dan merangkai menjadi satu kenangan indah
Dekapan kalimat panjang membuat mesra diriku
Kutemukan ada detak lemah setia


Kesetiaan

Hanya ini yang bisa ku berikan
Bukan wajahku yang rupawan
Bukan pula harta dan kekayaan
Hanya sebuah kesetiaan yang akan ku persembahkan
Aku bukan seorang raja
yang memiliki tahta dan istana
Ku hanyalah manusia biasa
yang akan menyayangimu setulusnya

Puisi Senyum Manismu



Ibu,,,
Betapa manisnya senyummu.
Betapa cantiknya wajahmu.
Betapa baiknya hatimu.

Ibu,,,
Kenapa aku ingin slalu di dekatmu.
Rasanya tak nyaman jika tiada engkau di sisiku.
Rasanya takut jika tiada kau di sampingku.

Ibu,,,
Memang kenangan itu mungkin tak akan terlupakan.
Hanya puisi ini yang bisa aku tunjukkan,bahwa aku sangat mencintaimu.
Dan aku membutuhkan belai kasihmu,cintamu dan senyummu.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More